Senin, 16 November 2009

Penyusun: Redaksi Muslimah.or.id

Saudariku yang dirahmati Allah, bulan-bulan terakhir ini Indonesia cukup disibukkan dengan wabah demam berdarah (DB) yang meluas dan menjangkiti hampir seluruh wilayah. Penyakit ini dapat menyerang anak maupun dewasa. Tingkat keparahannya bervariasi, mulai dari yang bisa sembuh sendiri sampai yang fatal. Pandangan masyarakat pun berbeda-beda tentang DB. Ada yang sangat ketakutan, namun ada pula yang menanggapi sambil lalu. Sebenarnya, apa dan bagaimana sih terjadinya DB itu ?

Apakah DB itu?

Demam berdarah dengue, istilah kedokterannya Dengue Hemorrhagik Fever (DHF) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue tipe 1-4, dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina (dominan) dan beberapa spesies Aedes lainnya. Di Indonesia sendiri, keempat tipe virus Dengue dapat ditemukan, dan yang dihubungkan dengan gejala DHF yang parah adalah tipe 3. Kekebalan (imunitas) terhadap satu jenis virus tidak berlaku untuk infeksi jenis virus lainnya, bahkan dapat menimbulkan reaksi yang kurang menguntungkan bagi tubuh. Jumlah kasus DHF utamanya meningkat pada musim hujan dimana sumber air bersih bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes tersedia dimana-mana, jika tidak dilakukan program pembersihan lingkungan yang baik.

Apa Saja Tanda-Tandanya ?

Saudariku yang dirahmati Allah, gejala yang tampak akibat infeksi virus dengue biasanya muncul setelah masa inkubasi (masa dimana virus berkembang hingga menimbulkan gejala) 3-8 hari setelah virus masuk ke dalam tubuh. Jika sistem pertahanan tubuh dapat mengatasi virus, maka gejala yang tampak bisa ringan atau bahkan tidak didapatkan. Namun jika tidak, dapat timbul beberapa kondisi sebagai berikut:

  1. Demam tinggi mendadak, >38° C, 2-7 hari
  2. Demam tidak dapat teratasi maksimal dengan penurun panas biasa
  3. Mual, muntah, nafsu makan minum berkurang
  4. Nyeri sendi, nyeri otot (pegal-pegal)
  5. Nyeri kepala, pusing
  6. Nyeri atau rasa panas di belakang bola mata
  7. Wajah kemerahan
  8. Nyeri perut
  9. Konstipasi (sulit buang air besar) atau diare

Jika seluruh atau beberapa gejala diatas ditemukan pada seseorang, maka secara medis orang itu didiagnosis menderita Demam Dengue (Dengue Fever).

Adapun tanda-tanda seseorang menderita Demam Berdarah Dengue (DHF) adalah jika didapatkan:

  1. Demam tinggi mendadak >38°C selama 2-7 hari
  2. Adanya manifestasi perdarahan spontan, seperti bintik-bintik merah di kulit yang tidak hilang jika ditekan (utamanya di daerah siku, pergelangan tangan dan kaki), mimisan, perdarahan gusi, perdarahan yang sulit dihentikan jika disuntik atau terluka
  3. Pembesaran organ hepar (hati) dan limpa
  4. syok

Kriteria berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium darah:

  1. Adanya trombositopenia, yaitu jumlah trombosit <>
  2. Hemokonsentrasi, yaitu pengentalan darah akibat perembesan plasma (komponen darah cair non seluler), ditandai dengan nilai Hematokrit (Hct) yang meningkat 20% dari nilai normalnya.

Jika terdapat minimal 2 tanda klinis dan 2 laboratoris, maka orang yang mengalaminya didiagnosis menderita DHF. Berdasarkan tanda-tanda diatas pula, DHF dibagi atas beberapa derajat, yaitu:

  1. DHF derajat I: Tanda-tanda infeksi virus, dengan menifestasi perdarahan yang tampak hanya dengan Uji Torniquet positif.
  2. DHF derajat II: Tanda infeksi virus dengan manifestasi perdarahan spontan (mimisan, bintik-bintik merah)
  3. DHF derajat III: Disebut juga fase pre syok, dengan tanda DHF grade II namun penderita mulai mengalami tanda syok; kesadaran menurun, tangan dan kaki dingin, nadi teraba cepat dan lemah, tekanan nadi masih terukur.
  4. DHF derajat IV: Atau fase syok (disebut juga dengue syok syndrome/DSS), penderita syok dalam dengan kesadaran sangat menurun hingga koma, tangan dan kaki dingin dan pucat, nadi sangat lemah sampai tidak teraba, tekanan nadi tidak dapat terukur.

Apakah Semua Penderita DHF Perlu Dirawat ?

Jawabannya: Tidak, ya Saudariku fillah. Rata-rata penderita atau keluarga penderita mulai menyadari sakitnya pada DHF grade I-II, dan keduanya tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, kecuali jika penderita sangat sulit minum dan makan, yang biasanya terjadi pada anak kecil. Yang memerlukan perawatan dan pemantauan intensif hanya DHF grade III-IV, karena fatalitas yang mungkin terjadi. Jadi janganlah kita tergesa-gesa memaksakan perawatan di Rumah Sakit, apalagi jika demamnya baru berlangsung selama 2-3 hari dan kondisi penderita masih cukup baik, masih mau makan dan minum. Selain karena sifat penyakit ini yang sebenarnya dapat sendiri dengan perbaikan kondisi penderita, kita juga dapat menghindari pengeluaran biaya yang tidak perlu dan kontaminasi kuman yang mungkin terjadi di rumah sakit.

Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah ?

Pengobatan DHF sesungguhnya bersifat suportif dan simtomatik, artinya tidak memerlukan obat untuk kausanya (seperti antivirus). Yang paling ditekankan adalah nutrisi dan hidrasi alias makan dan minum yang cukup. Lebih ditekankan untuk minum yang banyak, untuk mengatasi efek kebocoran plasma darah dan meningkatkan jumlah trombosit. Setidaknya, memenuhi kebutuhan cairan harian per harinya, yang dapat dihitung dengan rumus:

  1. Dewasa: 50 cc/kg BB/hari
  2. Anak: Untuk 10 kg BB pertama: 100cc/kg BB/ hari
    - Untuk 10 kg BB kedua: 50 cc/kg BB/ hari
    - Untuk 10 kg BB ketiga dan seterusnya: 20 cc/kg BB/hari
    Contoh: Anak fulan 8 tahun dengan BB 23 kg, berarti kebutuhan cairan perharinya adalah ((100×10) + (50×10) + (20×3))= 1560 cc

Pengobatan lain yang dapat diberikan adalah kompres hangat dan penurun panas jika demam, vitamin penambah nafsu makan, antimuntah jika dibutuhkan. Perlu diingat juga bahwa penggunaan antibiotik tidak diperlukan pada kasus DHF murni (tanpa adanya infeksi bakterial). Jika ada diantara ukhti yang membawa pasien DHF berobat, dan kemudian mendapatkan resep antibiotik, bertanyalah pada dokter atau yang meresepkan tersebut apa kepentingannya, agar tidak terjadi pemborosan uang dan obat, dan membebani tubuh penderita.

Kapan Harus Waspada ?

Beberapa kasus DHF dapat berlanjut menjadi serius yang diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain seperti keganasan virus dan pertahanan tubuh yang lemah. Tanda-tanda yang menunjukkan penderita perlu mendapat pemeriksaan medis antara lain:

  1. Muntah darah segar (merah) atau muntah hitam
  2. Buang air besar berwarna hitam
  3. Sesak nafas yang makin lama makin sesak meski demam telah teratasi
  4. Nyeri perut yang makin nyata, diiringi dengan pembesaran lingkar perut
  5. Kesadaran menurun tanpa syok, nyeri kepala atau pusing hingga muntah nyemprot, pandangan makin lama makin kabur

Tanda-Tanda Syok

Tanda-tanda tersebut menggambarkan perembesan plasma yang tidak teratasi dan efek perdarahan dalam rongga tubuh (misalnya saluran cerna, otak) akibat trombosit yang terus turun. Penderita yang mengalami tanda diatas sebaiknya segera diperiksakan ke Rumah Sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Lalu… Kapan Sembuhnya ?

DHF umumnya akan mengalami penyembuhan sendiri setelah 7-8 hari, jika tidak ada infeksi sekunder dan dasar pertahanan tubuh penderitanya memang baik. Tanda penyembuhan antara lain meliputi demam yang turun perlahan, nafsu makan dan minum yang membaik, lemas yang berkurang dan tubuh terasa segar kembali.

Nah saudariku, semoga informasi singkat diatas dapat menambah pengetahuan kita akan DB/DHF ini. Yang terpenting hendaknya kita selalu ingat bahwa Allah Ta’ala menciptakan segala sesuatu pastilah ada hikmahnya. Contoh kecil adalah penyakit ini, dimana virus yang ukurannya dalam skala nanometer, dapat menyebabkan sakit serius pada mahluk yang jauh lebih besar darinya, menunjukkan betapa lemahnya kita manusia di hadapan Sang Pencipta alam semesta.

Maroji’:

  1. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Bagian Infeksi & Penyakit Tropis , terbitan
    IDAI.
  2. Tatalaksana DBD di Indonesia , terbitan IDAI.
  3. Standar Pelayanan Medis, terbitan IDAI.

***

Artikel www.muslimah.or.id

Selasa, 13 Oktober 2009


Memang, hubungan antara masjid ini dengan mantan Presiden pertama Indonesia, Soekarno, tidak bisa dipisahkan. Di negeri komunis Uni Soviet, nama Soekarno sangat dikenal. Bukan hanya dianggap sebagai teman dalam Perang Dingin melawan poros Barat, namun juga sebagai presiden muslim yang memberikan 'berkah' bagi sebagian muslim di negeri beruang merah ini. Menurut Ja'far Nasibullah, suatu hari di tahun 1955, Soekarno berkunjung ke St Petersburg yang saat itu masih bernama Leningrad. Ia datang dan menikmati kota indah ini dengan putri kecilnya yang bernama Megawati Soekarnoputri. Dari dalam mobil itu, Soekarno sekilas melihat sebuah bangunan yang unik dan tidak ada duanya. Sopir diminta memutar haluan untuk melihat bangunan tersebut. Namun, sang sopir tak menuruti permintaan orang nomor satu RI itu. Tidak ada perintah untuk memutar apalagi berhenti. Pada zaman itu, di bawah pemerintahan komunis nyaris tidak ada kekuasaan dan kesempatan berdiskusi yang diberikan kepada seorang sopir. Dari pembicaraan dengan beberapa pihak, Soekarno akhirnya tahu bahwa gedung itu adalah sebuah masjid yang saat itu dijadikan gudang. Dalam suatu pertemuan dengan pejabat setempat, Presiden melontarkan permintaan agar pada hari berikutnya diatur suatu kunjungan ke masjid yang dilihatnya. Namun aturan protokoler tidak memungkinkan karena acara yang disusun sudah sangat padat. Setelah dua hari menikmati keindahan kota St Petersburg yang saat itu masih bernama Leningrad, Soekarno terbang ke Moskow untuk melakukan pembicaraan tingkat tinggi guna membahas masa depan kerja sama bilateral dan berbagai posisi kunci dalam Perang Dingin yang terus memuncak. Dalam bincang-bincang di istana Kremlin itu sempat tersiar kabar suatu pembicaraan yang unik diantara kedua pemimpin bangsa. ''Bagaimana kunjungan ke Leningrad tuan Presiden. Tentu sangat menyenangkan, bukan?,'' tanya pemimpin Rusia. Diluar dugaan Soekarno memberikan jawaban yang mengagetkan. ''Rasanya saya belum pernah ke Leningrad,'' ujar Soekarno. ''Tuan Presiden memang pandai bertutur. Ada apa yang salah dengan Leningrad. Bukannya kemarin dua hari berjalan-jalan dengan sang puteri di sana.'' ''Ya. Kami memang berada disana, tapi kami belum kesana.'' ''Kenapa begitu?'' ''Karena kami tidak pernah diberikan kesempatan untuk mengunjungi bangunan yang disebut masjid biru.'' Kunjungan Soekarno ke Rusia berjalan lancar dan seolah tidak pernah ada apapun yang terkait dengan masalah agama ataupun masjid. Soekarno juga tidak banyak membicarakan lagi tentang masjid yang pernah dilihatnya di kota terindah di Uni Soviet tersebut. Meskipun begitu, diam-diam banyak kalangan muslim memasang kuping atas berbagai kejadian yang dialami oleh tamu kehormatan dari Indonesia tersebut. Seminggu setelah kunjungan usai. Sebuah kabar gembira datang dari pusat kekuasaan, Kremlin di Moskow. Seorang petinggi pemerintah setempat mengabarkan bahwa satu-satunya masjid di Leningrad yang telah menjadi gudang pasca revolusi Bolshevic tersebut bisa dibuka lagi untuk beribadah umat Islam, tanpa persyaratan apapun. Sang penyampai pesan juga tidak memberikan alasan secuilpun mengapa itu semua bisa terjadi. ''Umat Islam di St Petersburg mengenal dengan baik Presiden Soekarno. Kita sangat berterima kasih kepada almarhum Soekarno. Kami akan ingat jasa-jasanya,' ujar mufti Ja'far Nasibullah. Tanpa Soekarno, katanya mungkin masjid indah ini sudah hancur sebagaimana masjid dan gereja lainnya. Hingga kini, masjid yang didirikan pada tahun 1910-1921 itu masih berdiri megah. Dua menaranya menjulang setinggi 48 meter sedangkan kubahnya yang dibalut keramik warna biru sangat gagah dengan ketinggian 39 meter. Tempat ibadah umat Islam yang diarsiteki oleh dua orang nasrani bernama Vaslilier dan Alexander Von Googen ini memang mirip dengan sebuah masjid di Samarkand, Asia Tengah. Meskipun sempat akan hancur kubahnya pada tahun 1980an, namun berkat kebaikan hati beberapa pemimpin komunis era Uni Soviet dan pinjaman seseorang yang beragama Ortodoks, maka renovasi selama 18 tahun telah mengembalikan kemegahan rumah Allah di bumi utara tersebut. ''Sebagai muslim, saya harus jujur dan mengucapkan terima kasih bukan hanya kepada umat Islam yang senantiasa memakmurkan masjid ini. Tetapi juga kepada pemerintah pada masa komunis, pemerintah sekarang dan juga para donatur yang berbeda agama. Semoga Allah SWT memberikan balasannya atas kebaikan mereka,'' ungkap Ja'far. Mobil Mercedes tua itu segera saya starter setelah bersalaman beberapa kali dengan Sang Mufti. Pelukannya yang hangat dan ciumannya yang ikhlas mengesankan ia telah bertemu dengan seorang 'Soekarno' kecil. Sayapun jadi termangu, tidak bisa tidur dan selalu bertanya, 'Kontribusi apa yang bisa saya berikan untuk muslim Rusia di masa keterbukaan ini.'

Sumber : http://www.republika.co.id/koran/0/81522/Masjid_Biru

Minggu, 19 Juli 2009


Arkeolog asal Italia menemukan kotak kosmetik berumur 2.000 tahun di di Kota Tuscan, Chiusi, Italia. Peralatan kosmetik yang diduga kuat milik seorang wanita aristokrat Etruscan ini terkubur dalam makam kuno yang tertutup ubin tanah (terracota tile) berukuran raksasa. Di sana, terdapat ukiran berwarna merah bercampur ungu yang diduga nama sang pemilik kosmetik, Thana Presnti Plecunia Umranalisa.

Seperti dilansir Msnbc, penggalian sebenarnya sudah dilakukan empat tahun silam. Namun, hasilnya baru diumumkan beserta sejumlah analisis kimia dalam Journal of Archaeological Science edisi Juli 2009. Di jurnal itu disebutkan kosmetik berupa lotion ini tersusun dari limpahan konsentrat lemak. Yang unik, walaupun berusia ribuan tahun, kosmetik tersebut tetap utuh dan tidak rusak. Peneliti menduga struktur makam yang ditutupi tanah menahan oksigen sehingga kosmetik tidak mengalami proses oksidasi.

Di dalam kotak kosmetik ditemukan juga sepasang cincin perunggu, pinset, dua sisir, dan vas berbentuk guci bergaya Mesir. Di samping kotak ini, terdapat sebuah jambangan berisi abu Thana. Jambangan ini berhiaskan ukiran kepala seorang dewi yang diduga kuat sebagai dewi tanah Etruscan, Cel Ati.(LUC)

sumber : www.liputan6.com



Remaja asal California Selatan, Amerika Serikat (AS) ini boleh sombong. Pasalnya, dia telah berhasil kembali dengan selamat ke rumahnya Kamis (16/7) pagi waktu setempat. Zac Sunderland adalah orang termuda yang berlayar keliling dunia sendirian. Saat merapat di Marina del Rey, Los Angeles, California Selatan, AS, dia disambut riuh gemuruh tepuk tangan dan ucapan selamat.

Menurut remaja berusia 17 tahun tersebut, mengarungi lautan dengan jarak 27.500 mil atau 44.256 kilometer tidaklah mudah. Selain itu, dia juga mengatakan pada CNN bahwa bajak laut di lepas pantai Indonesia cukup menakutkan. Pasalnya, para bajak laut itu sempat mengepung dia. Namun, dia berhasil kabur setelah meminta pertolongan penjaga pantai. Badai juga cukup menakutkan.

Menurut situs pribadi Sunderland, perahu layar berukuran 36 kaki yang dia beri nama Interpid dibeli dengan uang sendiri. Orang tuanya menginginkan Sunderland menemukan sesuatu yang dapat membuat hidupnya lebih hidup. Tujuannya adalah agar dia terhindar dari pengaruh negatif dan hal-hal berbahaya yang sering ditemui pada remaja umumnya. Kendati demikian, bahkan orang tuanya sendiri takjub oleh jangkauan mimpi dan harapan putra mereka.

Saat meninggalkan rumahnya untuk berlayar pada 14 Juni 2008, Sunderland berusia 16 tahun. Rasa kesepian dan kelelahan hanyalah sedikit dari banyak tantangan yang ia hadapi setiap harinya. "Yang tersulit adalah rasa lelah yang tak henti-hentinya mendera," katanya. "Maksud saya, kamu bisa melupakan rasa sunyi, tapi rasa lelah adalah sesuatu yang tak ada habisnya. Saya sering tidak tidur dalam 48 jam dan sangat sulit untuk mendapatkan waktu beristirahat."

Sunderland juga mengatakan bahwa dia banyak berkenalan dengan orang-orang baru selama masa perjalanan. Selain itu, pengalaman yang dia dapatkan juga bermacam-macam. Lalu, apa yang akan dia lakukan selanjutnya? "Saya belum tahu, mungkin hanya berkumpul dengan teman-teman," ujarnya

sumber : www.liputan6.com

Sabtu, 18 Juli 2009

INSIDEN ledakan bom di Hotel JW Marriott nyaris merenggut nyawa pemain Tim Indonesia All Star yang terpilih untuk menghadapi Manchester United. Hotel ini adalah tempat skuad Tim Indonesia All Star menginap sebelum menghadapi MU.

Entah ini mukjizat atau tidak, pemain Indonesia melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan yang secara tidak langsung membuat mereka terhindar dari ledakan bom JW Marriott.

Biasanya Charis Yulianto dkk rutin menggelar sarapan pagi di restoran hotel tersebut, tapi kemarin mereka tidak melakukannya.

“Tumben kita nggak sarapan di hotel. Nggak seperti biasanya,” tutur Charis. Parahnya lagi, titik ledakan bom yang terjadi sekitar pukul 07.40 WIB itu meledak di tempat sarapan para tamu hotel. Andai pemain Indonesia menggelar sarapan saat itu mungkin ceritanya akan lebih runyam.

Beruntungnya, tim Indonesia kemarin pagi memilih sarapan di Senayan di Hotel Sultan yang dekat dengan lapangan latihan Timnas di Senayan. Pasukan Benny Dollo meninggalkan hotel untuk latihan sebelum ledakan terjadi.

Budi Sudarsono dkk meninggalkan hotel menuju Senayan beberapa menit menjelang pukul 07.00 WIB.Saat berada di Stadion Gelora Bung Karno, para pemain ini pun belum percaya hotel yang mereka tempati sudah meledak.

Mereka baru percaya saat Benny Dolo memberikan informasi setelah latihan selesai. Mendengar hal ini, para pemain Indonesia pun sontak lemas. Mereka menyesalkan kejadian ini terutama batalnya pertandingan melawan MU.

“Kita menyesalkan kejadian ini. Saya sempat syok karena saya ada di hotel itu. Untung, saya bersyukur tidak kena bom,” kata bek kanan Indonesia, Isnan Ali.Pemain lainnya, Ellie Aiboy, juga menyesalkan kejadian ini. Menurutnya, pertandingan dengan MU adalah pengalaman yang berharga.

“Sekarang semuanya musnah,” lirih pemain yang pernah bermain di Malaysia ini. Seusai menggelar latihan rutin di Senayan, skuad Indonesia tak bisa kembali ke JW Marriott akibat ledakan itu. Seluruh anggota tim dipindahkan ke Hotel Sultan, meski barang-barang mereka masih di JW Marriott